Langsung ke konten utama

KONTRAK BELAJAR DAN MATERI PERKULIHAN SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM

KONTRAK BELAJAR DAN MATERI PERKULIHAN
PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA


Nama Matakuliah    : Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam
Kode Matakuliah     : 7084213030
Prodi                        : Ekonomi Islam
Semester                 : Gasal 2016/2017
Bobot sks                 : 3
Waktu Pertemuan    :3 x 50 menit
Dosen Pengampu    :Dr. Arasyi Fahrullah, S.Sos., M.Si.
                                 : Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd., M.SEI.
Capaian Pembelajaran Matakuliah/Kompetensi        :
1.    Memahami tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam sehingga mampu mengaplikasikan konsep tersebut;
2.    Mengenal, memahami dan mengaplikasikan mengenai pemikiran ekonomi Islam, dan memahami berbagai faktor-faktor yang mempengaruhi serta masalah yang dihadapi.
3.    Menghasilkan luaran (outcome) pengetahuan,sikap dan kemampuan dalam memahami dan menjelaskan sejarah pemikiran ekonomi Islam secara lisan maupun secara tulisan.
4.    Mampu memiliki karakter Iman, cerdas, mandiri, jujur, peduli dan tangguh di dalam kegiatan pembelajaran.

Deskripsi Matakuliah
Sejarah pemikiran ekonomi Islam merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa program studi Ekonomi Islam. Mata kuliah ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang sejarah pemikiran ekonomi Islam dari klasik hingga modern dan mampu mengaplikasikannya.
Ruang lingkup mata kuliah ini mempelajari tentang sejarah ekonomi masa Rasulullah, masa Khulafa al-Rasyidin, masa Bani Umayyah, Bani Abbas, Turki Usmani, pemikiran ekonomi Zaid Ibn Ali, Abu Ubaid, Abu Yusuf, dan Al-Mawardi yang hidup pada masa periode klasik, selanjutnya dibahas pada periode pertengahan yaitu pemikiran ekonomi Ibn Taimiyah, Al-Ghazali, Ibn Khaldun, dan Asy-Syathibi, periode kontemporer yaitu pemikiran ekonomi dari Abdul Manan, M. Nejatullah Shiddiqi, Monzer Kaf, Baqir al-Shadr, Umer Chapra, dan Yusuf Qardhawi, dan yang terakhir terkait dengan pemikiran ekonomi Islam di Indonesia.

Download
Kontrak dan Materi
Bahan Ajar
E-Book

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wokshop Program Kreativitas Mahasiswa Universitas NU Sidoarjo

Profil-Ku

CURRICULUM VITAE A. Identitas Diri Nama Lengkap : Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd., M.SEI.  Jabatan Fungsional : Asisten Ahli Jabatan Struktural : - NIP/NIK : 201405023 NIDN : 0018078504 Tempat dan Tgl Lahir : Lamongan, 18 Juli 1985 Alamat Rumah : Bringin Wetan Taman Sidoarjo Nomor Telepon/Faks/HP : 081230298328 Alamat Kantor : Jl. Ketintang Surabaya Nomor Telepon/Faks : Alamat email : ahmadajibridlwan@unesa.ac.id Jumlah Lulusan :  Mata kuliah yang diampu 1. Ekonomi Syariah  2. Lembaga Keuangan Syariah 3. Prinsip Dasar Ekonomi Islam 4. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam 5. Manajemen ZISWAF 6. Kewirausahaan B. Riwayat Pendidikan 1.Pendidikan Formal Jenjang Sarjana Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Surabaya Bidang Ilmu : Pendidikan Ekonomi/Koperasi Tahun masuk-lulus : 2006-2010 Judul Skripsi : Pengaruh Tingkat Perputaran Kas, Piutang Dan Persediaan Terhadap Profitabilitas Pada Koperasi Pegawai Republik I...

Sejahtera dengan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Ditengah Defisit APBN

Sejahtera dengan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Ditengah Defisit APBN Ahmad Ajib Ridlwan* Dalam beberapa forum ilmiah kerap sekali terjadi pro dan kontra terkait dengan potensi ZIS jika dimasukkan ke dalam postur APBN. Mengapa demikian? karena Negara kita bukan Negara Islam. Apa mungkin Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) dapat dimasukkan dalam postur APBN? Menurut hemat saya sangat mungkin itu terjadi karena Islam adalah agama rahmatan lil Alamin.  Defisit APBN yang semakin meroket  Pada APBN 2016 terjadi perubahan target defisit anggaran menjadi 2,35% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp17 triliun. Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 yang telah disepakati DPR sebelumnya, target defisit anggaran sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35% dari PDB. ( http://ekbis.sindonews.com) . Akibatnya anggaran kembali dipangkas sebesar Rp133,8 triliun karena penerimaan pajak yang diperkirakan akan menurun.  Sebagaimana kita ketahui penerimaan ne...