Pukul 04.00 sore ini saya sudah selesai ngajar. Sambil menunggu istri saya menyelesaikan tugasnya saya menulis opini yang berjudul "Sejahtera dengan Zakat,Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Ditengah Defisit APBN" pesan yang ingin saya sampaikan sebenarnya sangat sederhana adalah bagaimana kita memanfaatkan ZIS untuk kesejahteraan. Lumayan kan mengurangi belanja negara pada pos belanja sosial dan kesejaheraan masyarakat. Artikel tersebut saya kirim ke media Jawa Pos sore ini. Harapan saya artikel tersebut dapat dimuat pada kolom opini. Sebenarnya pada tahun 2013 lalu saya pernah mengirim opini ke jawa pos tapi belum beruntung. Mungkin opini saya masih jauh dibilang sempurna.
Ditengah-tengah saya menulis artikel dan ditengah-tengah penantian saya (menanti istri tercinta) heheee.... saya membuka mengintip hp saya.Ternyata ada sms dari mahasiswa isinya meminta waktu saya supaya saya mau diajak diskusi terkait karya tulis ilmiah. tanpa berfikir panjang saya pun meng iyakan. saya meminta mahasiswa menemui saya di ruang dosen G9. Singkatnya mahasiswa tersebut meminta saya berkenan saya menjadi narasumber dalam acara yang mereka selenggarakan. saya diminta memberikan materi kepada mahasiswa tentang motivasi menulis dan bagaimana cara menulis karya tulis popoler. saya bilang kepada mahasiswa tersebut bahwa untuk karya2 popoler sebenarnya saya ini termasuk pemula. bukan pakar yang sesungguhnya. banyangan saya tadi diminta menyampaikan materi terkait karta tulis ilmiah. saya tegaskan lagi ternyata saya diminta menyampaikan materi terkait karya tulis populer. saya pun menegaskan kembali bahwa saya ini bukan pakar menulis karya tulis populer. sekali lagi mahasiswa tersebut masih meminta saya dengan tatapan mata yang penuh harap berharap saya mengiyakan. akhirnya dengan ucapan bismillah saya bersedia. artinya harus belajar lebih banyak lagi tentang seluk beluk menulis artikel populer.
Pada kesempatan ini saya mencoba kembali mengirim opini. harapan saya masih sama supaya opini tersebut dimuat dan pesan yang ingin saya sampaikan dibaca banyak orang. saya pun tidak tau apakah isu dan judul yang saya angkat kurang bombastis atau bagaimana setidaknya saya coba dulu. meminjam istilah almarhum abah saya (lahumul fatihah), jadi orang itu harus berani mencoba "Kalah menang pacul ae" karena mencoba itu tidak ada ruginya toh semuanya gratis. Boleh dikata itu pesan yang selalu disampaikan kepada saya kira-kira enam tahun yang lalu sebelum beliau meninggalkan kami untuk selamanya. kata-kata itu nampaknya sekarang menjadi kekinian saya sering mendengar anak muda masa kini bilang "pacul ae cak", "arep nengdi pean? arep macul cak" bahasa khas suroboyoan yang menunjukan ke-bonek-an nya.
Biasanya jika opini yang selama tiga sampai lima hari tidak dimuat dalam jawa pos otomatis dianggap kembali kepada penulis. Saya tidak perlu resah dan khawatir. jika tidak dimuat atau dikembalikan berarti saya harus belajar lebih keras lagi toh saya punya blog untuk menampung opini saya supaya bisa dibaca khalayak. Jika tulisan saya tidak dimuat saya akan mencoba kembali menulis isu yang lain dan terus saya lakukan sampai suatu saat tulisan saya dimuat. gagal coba lagi, gagal coba lagi dan terus begitu. saya berusaha rajin menulis dalam rangka memperbaika perbendaharaan kosa kata. karena saya haqqul yakin tidak ada tidak akan tersusun paragraf jika tidak ada kalimat, dan tidak akan pernah jadi kalimat jika tidak ada kosa kata.
Walllahu A'lam Bi Showab.
Komentar
Posting Komentar