Semua orang boleh bermimpi tak terkecuali saya. Kata orang kalo bermimpi itu harus setinggi langit supaya kalo jatuh diantara ratusan, ribuan bahkan jutaan bintang. Sepuluh tahun yang lalu saya tulis mimpi itu di atas kertas putih yang masih kosong. Mimpi itu simple saya ingin membuat orang tua saya bangga anaknya lulus 3,5 tahun dengan ipk 3,5. Dengan kekuatan mimpi yang sudah tertulis itu ikhtiar saya selalu menuju kesana. Sebaik apapun manusia merencanakan disitu ada hak preogratif Tuhan. Bagi saya direncanakan atau tidak masa depan itu pasti sampai. Namun sampainya itu akan indah jika direncanakan kayak ada ManiS-manisnya gimana gitu. Sampailah pada satu ketika saya mampu menyelesaikan kuliah dengan waktu 3,5 tahun boleh dibilang wisudawan tercepat pada saat itu dengan IPK 3,46.
Masih dengan kekuatan mimpi. Setelah lulus S1 saya melanjutkan S2. Pada saat masuk saya bermimpi bisa menyelesaikan kurang dari 2 tahun alhasil saya mampu mencapainya. Untuk mewujudkan itu saya tuliskan di papan tulis kecil di dalam kamar kos saya. Sedikit cerita saya kalo kos itu selalu ada papan di kamar itu untuk nulis agenda saya maupun progress kerjaan yg harus diselesaikan. Dalam papan itu ku tuliskan begini "Pokok e 18 Juli 2013 Lulus, Mboh Piye Carane" nah dibawah tulisan itu saya tulis kerangka proposal tesis saya. Mungkin saudara seperjuangan saya yang sering main bahkan tidur di kosan saya di KRI Apartemen (sebutan untuk kos karang rejo sawah gang I) Ada kanda : gieka, andik mariono, adinda : fandi, abi, dani, ahmed, heru a dan p, angga, dll yg sering nongkrong disana. Pernah baca tulisan di papan tulis yang tertancap dalam dinding kamar. Sekali lagi saya hanya mampu merencakan. Lagi lagi ada kuasa Tuhan disana. Sebenarnya saya dijadwalkan sidang 18 Juli 2013 Namun karena ada sesuatu hal sidang tesis saya diundur tanggal 19 Juli 2013. Saya sama sekali tidak menyesal karena tidak sesuai rencana. Kapasitas saya hanya merencanakan. Tuhan yang menentukan.
Menyambung mimpi2 itu sore ini di ruang dosen G9 sambil menulis cerita ini saya ditemani salah satu sahabat terbaik pak Hujjatullah Fazlurrahman. Teman teman memanggilnya pak Acong. Saya dan beliau berteman melebihi saudara. sambil ngobrol sana sini saya menulis mimpi saya selanjutnya. Kebetulan saya habis dari kampus UINSA mengikuti orientasi mahasiswa program doktor. Mimpi itu adalah bagaimana saya bisa memperoleh gelar doktor sebelum Usia 35 Tahun. Untuk meraihnya tentu bukan hal yang mudah pasti ada perjuangan dan bahkan air mata untuk meraihnya. Saya harus kehilangan waktu main bersama si kecil yang cantik dan lucu ananda Nayla Nurun Ahmad. Begitu juga waktu untuk istri ku tercinta Rosa Prafitri Juniarti. Untuk mewujudkan mimpi itu sore ini saya mencicil kerangka disertasi saya berbekal buku pedoman akademik yang saya peroleh saat orientasi sore tadi. Kenapa sebelum Usia 35 Tahun? Jawabannya sederhana soalnya biaya sendiri jadi kalo gak lulus lulus mbayare kroso hehee..
Teruntuk kedua orang tua, mertua, para guru, saudara, sahabat, rekan kerja, segenap pimpinan, dll yang turut serta dalam mewujudkan mimpi-mimpi itu saya haturkan terimakasih atas doa doa baiknya. Yakinlah bahwa doa yang baik pasti akan kembali kepada anda. Semoga Tuhan membalas kebaikan anda.
Komentar
Posting Komentar