"Saya Dosen Inovatif" sebuah kalimat yang sangat sederhana namun sarat akan makna. Kata tersebut saya tulis dalam sebuah kertas lalu saya berikan tanda tangan. Setelah itu, teman sebelah saya menulis kata di bawahnya "Bener Lho Ya...." ia pun memberikan tanda tangan di bawahnya. Ini merupakan tugas dari Prof. Suyanto Guru Besar Universitas Negeri Surabaya sebelum memulai sesi Seminar dan Workshop Active Learning in Higher Education (ALIHE) yang diselenggarakan oleh P3AI LP3M di gegung PPG Unesa.
Guru Besar Bidang Sastra Anak yang satu ini selalu menyajikan suasana kelas yang menyenangkan disetiap sesi pelatihan yang saya ikuti yang mana beliau menjadi narasumbernya. Sehingga menurut pendapat saya pribadi saya beliau adalah the real dosen inovatif yang pernah saya jumpai. Tentu saja sudah sesuai dengan teman pelatihan kali ini.
Saya dan seluruh peserta pelatihan dipaksa untuk menuliskan dalam kertas kosong "Saya Dosen Inovatif" lalu beliau memerintahkan untuk seluruh peserta untuk menyimpan. Lalu beliau berkata silahkan dibuka lima tahun lagi apakah gaya ngajar anda masih konvensional?
Ya, kata itu sederhana namun jika dimaknai sangat dalam dan berat. Betapa tidak selama ini saya pribadi sadar bahwa metode mengajar yang saya pakai adalah cara konvensional yaitu dengan ceramah meskipun saya juga sering menggunakan metode yang lain misalnya simulasi, diskusi, bermain peran dan metode debat. Namun, jika dirata-rata saya lebih sering menggunakan metode konvensional daripada model yang inovatif. Kenapa?tentu banyak sekali alasan dan pertimbangan saya menggunakan metode tersebut.
Pesan Prof. Sutayno sebelum mengakhiri sesi ini adalah apapun kondisinya, dimanapun dan kapanpun kita harus selalu berusaha menggunakan metode ALIHE dan mencoba keluar dari pakem yang selama ini kita jalani. Bahkan, sebelum beliau meninggalkan ruang kelas saya sempat bersalaman sembari beliau berucap "Kamu harus menjadi dosen inivatif" dengan tegas saya menjawab "Siap Prof. mohon bimbingannya".
Ya, kata itu sederhana namun jika dimaknai sangat dalam dan berat. Betapa tidak selama ini saya pribadi sadar bahwa metode mengajar yang saya pakai adalah cara konvensional yaitu dengan ceramah meskipun saya juga sering menggunakan metode yang lain misalnya simulasi, diskusi, bermain peran dan metode debat. Namun, jika dirata-rata saya lebih sering menggunakan metode konvensional daripada model yang inovatif. Kenapa?tentu banyak sekali alasan dan pertimbangan saya menggunakan metode tersebut.
Pesan Prof. Sutayno sebelum mengakhiri sesi ini adalah apapun kondisinya, dimanapun dan kapanpun kita harus selalu berusaha menggunakan metode ALIHE dan mencoba keluar dari pakem yang selama ini kita jalani. Bahkan, sebelum beliau meninggalkan ruang kelas saya sempat bersalaman sembari beliau berucap "Kamu harus menjadi dosen inivatif" dengan tegas saya menjawab "Siap Prof. mohon bimbingannya".

Komentar
Posting Komentar