Langsung ke konten utama

Virtual Learning : Tingkatkan Kualitas Layanan Pembelajaran



Rabu, 06 September 2017 saya ditugaskan untuk mengikuti pelatihan pengembangan materi pembelajaran virtual (Vi-Learn). Sebagai bagian dari  civitas akademika dalam perguruan tinggi, tugas dosen tidak hanya mengajar. Namun, dosen dituntut untuk senantiasa melaksanakan Tri Dharma PT yang terdiri dari Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Bahkan selain Tri Dharma, dosen juga diberi amanah tugas tambahan baik jabatan struktural tertentu maupun tugas-tugas yang lain. 

Oleh sebab itu, seringkali dosen meninggalkan kelas tentu saja bukan karena faktor kesengajaan alias mangkir dari tugas. Bagi saya mengajar adalah amanah karena orang tua mahasiswa menitipkan anaknya kepada lembaga sementara dosen adalah kepanjangan dari lembaga untuk mencerdaskan generasi bangsa dan mencetak generasi rahmatan lil alamin. 

Tentu saja jika meninggalkan kelas karena tugas tertentu terkadang ada sedikit penyesalan karena tidak bisa menunaikan amanah tersebut. Disisi lain, ada tugas - tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan. Bagi kami seorang pendidik ini merupakan pilihan yang susah. Memilih meninggalkan kelas dengan melaksanakan tugas atau meninggalkan tugas dan memilih tetap mengajar di kelas.

Untuk mengatasi permasalahan diatas, Universitas Negeri Surabaya mengembangkan aplikasi kuliah daring atau lebih dikenal dengan virtual learning. Harapannya, pada saat dosen meninggalkan kelas karena melaksanakan Tri Dharma yang lain aktivitas belajar mengajar di kelas tetap bisa berlangsung karena Vi-Learn yang dikembangkan oleh Tim Unesa ini sangat canggih dapat digunakan kapanpun dan dimanapun serta terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik (SIAKADU) sehingga kualitas layanan pembelajaran tetap terjaga.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Made Pramono, Wiyli Yustanti, Sukarmin, Alim Sumarno, Salamun R. Nudin, Setya C. Wibawa, Irena Y. Maureen dan Rahardian Bisma tentu dengan support bidang akademik ini memili fitur yang memungkinkan dosen dan mahasiswa tetap dapat berinteraksi meskipun tidak bertatap muka secara langsung. Selain itu, fitur yang terdapat dalam Vi-Learn ini adalah upload materi, video, teleconference serta mahasiswa dapat langsung diberikan penugasan pada saat itu juga.

Meskipun Vi-Learn dapat digunakan sebagai alternative menggantikan tatap muka, namun penggunaannya dibatasi minimal 4 kali. Jadi tidak semua tatap muka diganti dengan daring. Hal ini tentu saja untuk tetap menjaga mutu dan kualitas pembelajaran.

Dengan dilaksanakan pelatihan kali ini, saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada Tim dan Unesa serta mengajak seluruh dosen selingkung Unesa untuk memanfaatkan fasilitas ini. Untuk menggunakan fasilitas tersebut dapat log in melalui SIAKADU pada menu perkuliahan-sub menu Virtual Learning (Vi-Learn) lalu klik buat kelas baru dan pilih menu matakuliah yang akan di daringkan lalu klik simpan. Selanjutnya masuk ke https://vi-learn.unesa.ac.id untuk mengisi  materi , vidoe, penugasan, dll pada kelas yang telah dibuat.

Selamat mencoba, semoga Unesa tetap jaya.....!!!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wokshop Program Kreativitas Mahasiswa Universitas NU Sidoarjo

Profil-Ku

CURRICULUM VITAE A. Identitas Diri Nama Lengkap : Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd., M.SEI.  Jabatan Fungsional : Asisten Ahli Jabatan Struktural : - NIP/NIK : 201405023 NIDN : 0018078504 Tempat dan Tgl Lahir : Lamongan, 18 Juli 1985 Alamat Rumah : Bringin Wetan Taman Sidoarjo Nomor Telepon/Faks/HP : 081230298328 Alamat Kantor : Jl. Ketintang Surabaya Nomor Telepon/Faks : Alamat email : ahmadajibridlwan@unesa.ac.id Jumlah Lulusan :  Mata kuliah yang diampu 1. Ekonomi Syariah  2. Lembaga Keuangan Syariah 3. Prinsip Dasar Ekonomi Islam 4. Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam 5. Manajemen ZISWAF 6. Kewirausahaan B. Riwayat Pendidikan 1.Pendidikan Formal Jenjang Sarjana Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Surabaya Bidang Ilmu : Pendidikan Ekonomi/Koperasi Tahun masuk-lulus : 2006-2010 Judul Skripsi : Pengaruh Tingkat Perputaran Kas, Piutang Dan Persediaan Terhadap Profitabilitas Pada Koperasi Pegawai Republik I...

Sejahtera dengan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Ditengah Defisit APBN

Sejahtera dengan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Ditengah Defisit APBN Ahmad Ajib Ridlwan* Dalam beberapa forum ilmiah kerap sekali terjadi pro dan kontra terkait dengan potensi ZIS jika dimasukkan ke dalam postur APBN. Mengapa demikian? karena Negara kita bukan Negara Islam. Apa mungkin Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) dapat dimasukkan dalam postur APBN? Menurut hemat saya sangat mungkin itu terjadi karena Islam adalah agama rahmatan lil Alamin.  Defisit APBN yang semakin meroket  Pada APBN 2016 terjadi perubahan target defisit anggaran menjadi 2,35% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp17 triliun. Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 yang telah disepakati DPR sebelumnya, target defisit anggaran sebesar Rp296,7 triliun atau 2,35% dari PDB. ( http://ekbis.sindonews.com) . Akibatnya anggaran kembali dipangkas sebesar Rp133,8 triliun karena penerimaan pajak yang diperkirakan akan menurun.  Sebagaimana kita ketahui penerimaan ne...